Tari duduk terpaku di kasurnya sembari memandang ponsel yang berada dalam
genggamannya. Pandangannya kosong, tapi pikirannya berkecamuk. Ada apa kejadian
akhir-akhir ini? Seperti rentetan peluru tanpa henti yang menghujam dada Tari.
Hatinya langsung was-was. Karena firasatnya, ini hanya permulaan. Hanya
permulaan. Yang sebenarnya belum dimulai. Peluru aslinya belum dikeluarkan.
Tiba-tiba dada Tari sesak membayangkan kemungkinan terburuknya. Ya Tuhan… Jangan. Dia baru saja merasakan
seperti apa kebahagiaan itu, saat ini...
Tuesday, July 30, 2013
Saturday, July 13, 2013
First: Fanfic of Jingga dan Senja Series #6
Kapan terakhir kali Ari kesini?
Berminggu-minggu yang lalu? Berbulan-bulan yang lalu? Kapanpun itu, rasanya
sudah lama sekali.
Ari sampai di saung favoritnya. Tempatnya
menyendiri. Tempatnya – saat dulu semuanya baik-baik saja – sering menghabiskan
waktu untuk bersantai bersama keluarganya yang utuh. Bersama Papa, Mama, dan
Ata.
Friday, July 5, 2013
First: Fanfic of Jingga dan Senja Series #5
Ada hati yang sedang sibuk dengan segala
kemelut, pikiran dan emosi yang menyeruak. Sehingga segalanya terlihat semakin
rusak. Di sisi lain, ada hati yang sedang bimbang, ragu campur cemas. Sehingga
segala yang buruk terpikir, membuat jantung berdebar saking paranoidnya.
Sunday, June 30, 2013
First: Fanfic of Jingga dan Senja Series #4
Pada akhirnya, tidak ada satu SMS
pun dari si kembar yang Tari balas. Alhasil, konsentrasinya terhadap seluruh
pelajaran di sisa hari itu buyar.
SMS dari Ata jelas merupakan
pernyataan perang, yang tidak membutuhkan jawaban. SMS
dari Ari lah yang paling ia cemaskan.
Monday, June 10, 2013
First: Fanfic of Jingga dan Senja Series #3
Fio memandangi sahabat yang duduk di
depannya dengan gamang. Prihatin! Dia ikut sedih dengan apa yang menimpa
sahabatnya itu. Entah dosa apa yang sudah Tari lakukan di masa lalu sampai bisa
mendapat ‘cobaan’ yang bertubi-tubi itu. Tanpa sadar pandangannya tertumbuk
pada seseorang yang berjalan menuju kursi mereka. Tari tidak melihat, karena
Tari memunggungi orang itu. Fio menahan napasnya agar tidak terlalu kentara
terkejut.
Tuesday, May 28, 2013
First : Fanfic of Jingga dan Senja series #2
Untuk pertama kalinya sejak sekian tahun
berlalu, akhirnya Ari bisa mendapat sambutan di depan rumah oleh Mamanya saat
ia pulang sekolah. Untuk pertama kalinya sejak entah kapan, Ari mendapat
perlakuan seperti anak normal lainnya: mengecup punggung tangan ibunya,
mendapat usapan lembut di kepala. Yang terpenting, ada sosok yang menanyakan
tentang kejadian di sekolah. Bagaimana guru-gurunya. Teman-temannya. Makanan di
kantin.
First : Fanfic of Jingga dan Senja series #1
Tari menggigit bibir bagian bawahnya.
Sedikit tegang ia duduk di belakang orang yang selama ini sangat dibencinya,
yang telah memorakporandakan hidupnya, tapi tanpanya… Tari hampa. Dan Tari
tidak akan pernah menyangka, bahwa kali ini, di dekat Matahari Senja bisa
terasa begitu menenangkan. Meski ada yang mengganjal hatinya. Omongan Ata tadi…
Subscribe to:
Posts (Atom)